Di sela kesibukan kerja, teman sekantor perlihatkan sebuah judul “Sayap Cinta yang Tak Pernah Patah”…perkenan diri untuk berbagi, moga ada hikmah dan dapat melegakan walo sedikit saja atas kesesakkan ini.
Dulu, begitu ku nikmati cerita-cerita romantic. Ku hanyut dalam alur cerita, dengan berbagai ending. Hinggga ku alami kejadian yang tak pernah ku duga, bak novel atau sinetron.
Tak pernah terbayangkan aku alami kejadian ini. Seperti apa yang ada di judul cerita di atas. Seorang yang aku sayangi dan menyayangiku menikah dengan perempuan lain. Begitu sesaknya dada ini, menangis dan menangis. Cinta. Cinta yang selalu ada tawa dan tangis, bahagia dan sedih. Begitu sempurna. Pengalaman yang begitu berharga.
Sejak ku mengenalnya, ku rasakan telah jatuh hati padanya. Namun, tak ada keberanian ku tuk mengutarakan. Sejujurnya aku mendambakan cinta yang ada dalam bingkai ridho dan berkah Allah, pernikahan yang berkah. Ku hanya berdoa, moga Allah menghubungkan hati ini dengan seorang terbaik yang akan menjadi suami ku kelak,agar cinta ini berbalas dan terbingkai dalam pernikahan dan rumahtangga yang Allah ridhoi, berkahi. Mungkin, yang ku rasakan hanya perasaan sesaat dan bertepuk sebelah tangan karena hingga detik itu, tak tampak jelas terucap kalo dia memiliki perasaan pula terhadapku. Sampai suatu waktu, kami terhubung kembali setelah sekian lama ku tak terima kabar darinya.
Pada kesempatan itu, ku beranikan bicara tentang perasaan di antara kami. Akhirnya dia bicara bahwa selama ini, ia pun mencintaiku. Ya..Allah, jadi selama ini, kami memendam perasaan yang sama. Entah kenapa, hati ku selalu ada padanya, mengingatnya, tapi aku hanya bisa diam. Betapa senangnya, bahagianya. Aku pun sedih. Rasa yang berbeda, datang secara bersama. Dia hendak menikah. Bukan denganku. Cinta. Kata orang, cinta tak harus memiliki. Tapi, aku berpendapat, cinta, apa masih disebut cinta jika tidak memiliki, cinta harusnya saling memiliki secara lahir dan batin. Versi cinta untuk pasangan/lawan jenis.
Hubungan dengan calonnya, masih belum ada ikatan pinangan. Pada awalnya, aku terima semua ini begitu saja. Namun, dia adalah sosok yang aku harapkan selama ini. Masihkah ada kesempatan untukku dengannya? Singkat cerita, kami berusaha untuk memperjuangkan hubungan kami. Belum pernah ku alami konflik dengannya, yang pada akhirnya ada pertengkaran dalam perjuangan kami ini. Begitu berat ku rasakan. Semua bermuara di orangtuanya dia yang tetap mempertahankan perjodohan. Orangtuanya menjodohkan dia, itu yang aku tahu dari ceritanya. Di usianya yang sudah cukup untuk menikah, dia belum mendapatkan calon. Melihatku yang tidak merespon dirinya (aku juga merasa kalau dia tidak meresponku, aku bingung dengan hubungan kami, tak ada kejelasan darinya, mungkin dia hanya menganggapku teman saja), akhirnya dia memutuskan menerima perjodohan orangtuanya. Yang kusesalkan, kenapa dia tidak menanyakan langsung kepastian kepadaku terlebih dahulu sebelum dia menerima perjodohan itu.
Begitu besar energi yang terkuras untuk kejadian ini. Harapan yang putus nyambung. Optimis. Pesimis. Segala rasa tampaknya ada. Ku merasa telah melakukan segala yang aku bisa untuk perjuangan ini. Tak ingin ku siakan kesempatan ini. Aku tak ingin kehilangan dia selamanya.
Tapi, ternyata Allah berkehendak lain. Dia menikah dengan perempuan lain. Di pagi itu, aku membaca status facebooknya. Ku berusaha tegar. Semua baik-baik aja. Namun, aku pun tak kuasa menahan sesak dada, air mataku tak terbendung.
Laa Tahzan, karena qadha telah ditetapkan
Takdir pasti terjadi
Pena-pena telah mengering
Lembaran-lembaran catatan telah dilipat
Semua perkara telah habis ditetapkan
Betapa pun, kesedihan tidak akan memajukan/memundurkan kenyataan yang akan terjadi
Dan tidak pula akan menambah/mengurangi
Insya Allah, saya yakin kamu kuat, akan selalu tegar, ikhlas, yang sabar ya! (7-3-2010, 6:37 am)
Saat kegembiraan datang dan engkau merasa senang
Allah tersenyum padamu
Ketika kau kesepian tanpa kawan,
Allah berada di sisimu
Saat kau lelah & tak berdaya karena usaha yang gagal,
Allah tahu betapa gigih kau tlah berusaha
Ketika kau merasa bingung
Allah tau jawabannya
Saat kau mencoba sesuatu & kau tak tau harus berbuat apa lagi
Allah tau jalan keluarnya
Ketika kau punya cita & mimpi tuk diwujudkan
Allah tlah membuka matamu & memanggil namamu
(ingatlah di mana pun kau & apapun yang kau hadapi, Allah bersamamu)
(7-3-2010, 6:49 am)
Pesan singkat dari seorang sahabat yang mengetahui kondisiku.
Rabbi. Engkau tidak akan menguji hamba melebihi kemampuannya. Aku merasa begitu berat atas ujian ini. Dia memberiku ujian ini, aku merasa ini adalah ujian terberat yang pernah ku dapat sampai saat ini. Berarti aku mampu mengatasi ujian ini. Moga hamba berhasil lulus atas ujian hidup ini.
Semua masih terngiang di benakku. Segalanya. Seminggu sebelum pernikahannya, ayahnya meninggal karena sakit. Aku menjenguk ketika ayahnya masih di rumah sakit. Pergi melayat pada hari ke-2 kematian ayahnya. Aku hanya bertemu dengan ibunya. Perjumpaanku dengannya terakhir yaitu di rumah sakit. Aku tak bisa membayangkan bagaimana perasaannya. Atas kejadian yang menimpa kami, pernikahannya, kematian ayahnya tercinta dan ulang tahunnya. Ingin rasanya ku berada di dekatnya, bersamanya melewati masa-masa sulit, dalam suka dan duka. Apa daya. Hanya doa yang bisa kulakukan untuknya. Doa agar Allah tetap bersamanya, menguatkannya, mengatasi ujian yang menimpanya.
Alhamdulillah, bersyukur ku sempat bertemu kedua orang tuanya,,seandainya mereka tahu, betapa aku berharap menjadi bagian keluarga mereka, menjadi menantu mereka, menjadi istri yang terbaik untuk anak terbaik mereka…batinku.
Yaa..kita memiliki hak untuk meminta pada-Nya. Dan Dia Maha Pengabul Doa. Dia berikan apa yang menjadi kebutuhanku, apa yang terbaik dan tepat untukku. Kalau ku amati permasalahan kami dan memikirkannya, sampai seperti ini akhirnya. Terasa begitu rumit, tak tahu siapa yang salah. Terkadang aku berfikir apa semua ini salahku, salah dia, salah siapa??. Mungkin tidak ada yang salah, karena semua sudah berjalan dalam kehendak-Nya. Tetap berfikir positif, berprasangka baik pada-Nya.. Dia sudah merancang sesuatu yang terbaik dan terindah untukku. Walau sering ku bertanya kenapa Dia melakukan ini padaku..harus ku ingatkan kembali diri ini akan ke-Maha Rahman dan Maha Rahimnya, Dia..
Sekarang, aku tak tahu keberadaannya. Terakhir aku menghubunginya, sebelum ramadhan 1431H ini. Ku pasrahkan segala rasa ini pada-Nya. Moga Dia selalu membimbing hati ini untuk berlabuh di tempat yang tepat. Proses penemuan pelabuhan hati yang masih berlangsung hingga detik ini. Entah sampai kapan. Moga dalam waktu dekat ini ku temukan jawabannya. Aamiin ya Allah..Ya Mujib,,Ya Rahman ya Rahim.
Ke-Mahabesaran Allah, sutradara terbaik di alam ini. Tak ada yang sia-sia apa yang telah Dia hendaki bagi hamba-hamba-Nya. Pasti banyak yang mengalami kasus seperti ini. Semoga semua menjadi ibrah buat siapapun untuk lebih baik dan lebih dekat lagi dengan-Nya hingga meraih ridho-Nya, mendapatkan kebahagiaan yang hakiki. Aamiin.
Jakarta, 15 Oktober 2010
What a great story....so touching and has a beautiful words....
BalasHapusceritanya bagus teh, tallented deh.
BalasHapuskeep writing...
thanks yah..hope next always better
BalasHapus