Salam...
Kamis, 25 November 2010
Senin, 22 November 2010
Its for u...my friend
Terkadang ada luka
Di saat diri tak berdaya
Kau hadir bawa tawa
Semua jadi indah
Yang susah terasa mudah
Jarak dan waktu bukan masalah
Itulah ukhuwah
Kau, aku, kita
Seia tidak sekata
Derap langkah bersama
Gapai segala cita dan asa
Thank you so much my lovely friend
Atas persahabatan ini
The beautiful things that i ever had
Karena cinta Allah menyertai
Gadis Kecil
Si Gadis Kecil bersama sahabatnya berkeliling menjajakan kue donat. Muka mereka berseri-seri. Ini adalah pengamalan pertama Gadis Kecil berjualan, sedangkan bagi temannya, bukan menjadi hal baru lagi. Mereka bertemu pukul 05.30. Udaranya masih sangat segar. Kue donat yang mereka jual bisa menjadi pilihan sarapan pagi itu. Gadis Kecil tampak malu-malu menawarkan kue donatnya.
“Ayo, beli!!!!!!!! Kue donat enak…….” Gadis Kecil meneriakkan jualannya.
Kue donat yang mereka jual, sungguh lezat. Berbagai topping, ada cokelat, keju, kacang, selai.
Betapa girangnya Gadis Kecil ketika kue donatnya banyak dibeli. Letih perjalanan dan teriakannya, sirna ketika satu per satu kue donat di keranjangnya hampir habis.
Sampai pukul 08 menjelang, isi keranjang keduanya kosong. Tinggal kantong uang mereka yang kini dipenuhi recehan dan ribuan. Gadis Kecil dan sahabatnya istirahat di pos kamling suatu kampung, menghitung uang yang mereka terima pagi itu. Keduanya tertawa bersama.
Gadis Kecil menyusuri pertokoan. Hari yang cerah. Gadis Kecil mengenakan overall blue jeans, atasan t-shirt warna pink polos, dipadankan dengan kerudung pink yang bermotif bunga pada sekeliling kerudung. Tak lupa, tas kesayangannya bergelantungan di belakang, tas kelinci warna senada dengan t-shirt yang dipakainya.
Toko pertama yang dikunjungi Gadis Kecil yaitu toko pernak-pernik anak, dari mulai boneka, hiasan di rambut, gelang, anting-anting, masih banyak lagi. Terkadang, banyak barang baru yang ia temukan, tak sedikit pula barang yang masih dipajang di etalase toko, menunggu peminat. Walau sering keluar dari toko itu tanpa membawa sesuatu yang baru, alias tidak ada yang dibeli, ia cukup puas hanya dengan melihat-lihat saja. Pemilik toko sudah tahu akan keberadaannya. Untungnya, kunjungan rutinnya itu tidak mengganggu Sang Pemilik toko. Uangnya terlalu sayang kalau dibelikan barang-barang tersebut. Biasanya ia mendapatkan barang seperti itu sebagai hadiah.
Toko berikut yang menjadi favorit Gadis Kecil adalah toko buku. Setelah bunyi lonceng di pintu ketika masuk, mata Gadis Kecil langsung tertuju pada tulisan - Pojok Komik. Di tempat ini, ia melahap komik-komik yang belum dibacanya. Gadis kecil terkekeh-kekeh menikmati komik di hadapannya. Sepertinya ia lupa di mana ia saat itu. Dua, tiga komik terkadang jadi oleh-oleh dari toko ini. Kalau untuk barang yang satu ini, Gadis Kecil selalu bersedia mengeluarkan uang dari tas kelincinya.
Menjelang sore, Gadis Kecil menginjakkan kaki mungilnya di kedai es krim. Es krim di kedai ini, terkenal sangat enak. Menurutnya, tentu. Dipesannya satu mangkok besar es krim rasa cokelat vanilla dengan taburan choco chips, di dalam es, ada lelehan cokelat yang sungguh …hmmm, yummy. Ia habiskan es krimnya dengan cepat, sesekali menyeka mulutnya yang penuh es krim dan cokelat.
Gadis Kecil senang bersepeda. Menyusuri tepi sungai di sepanjang kanan, sedangkan si sebelah kiri, hamparan persawahan yang masih hijau. Kerudungnya berkibar-kibar seperti bendera tertiup angin. Peluhnya mengucur di keningnya. Tapi, ia tetap tertawa. Sesekali dari mulutnya keluar senandung. Di belakangnya, ada lima orang anak yang sebaya, mengikutinya. Rupanya, mereka sedang berlomba. Tentu saja, Gadis Kecil selalu menjadi tercepat. Tawanya penuh kemenangan.
Gadis Kecil. Betapa dunia yang penuh tawa baginya. Bermain dan bermain. Itu yang dilakukannya. Tidakkah ia tahu ada yang iri? Iri akan kebebasannya menikmati hidup seolah hidup ini tidak memiliki masalah yang harus dihadapi dan diatasi. Biarkanlah ia begitu di masanya, menikmati keceriaannya. Kelak, ia akan menyadari betapa indahnya masa itu, yang tak akan pernah kembali.
Rabu, 10 November 2010
Mati Rasa
Kaya lirik lagu ajah. Ko, bisa,yah?
Friend...Lets smile,smile, n smile..even u'r heart is crying. Allah knows.
Even all things seem so bad n blocked way. Lets tell to ourselves that everything is ok..everything is oke..kata lirik lagu mah Ya, sudahlah..Everything is gonna be okay..
Love You
(you'r phone tonight)
Selasa, 09 November 2010
Mia...Mia...Mia...
Gimana nggak kurang gizi
Wesel datang tak pasti
Ibu kost tak mau mengerti
Nagih sewa bulan ini ..
Hidup sangat sedih .. uhh
Nasib anak kost ya nasib anak kost 2x
Senin, 08 November 2010
Good Day
Tomorrow,,
Everyday..
Minggu, 07 November 2010
Jumat, 05 November 2010
Miss u...
Kamis, 04 November 2010
Westlife I Have A Dream
I have a dream,
a song to sing
To help me cope with anything
If you see the wonder,
of a fairy tale
You can take the future even if you fail
I believe in angels,
Something good in everything I see,
I believe in angels,
When I know the time is right for me.
I’ll cross the stream,
I have a dream
I have a dream,
a fantasy,
To help me through reality,
And my destination makes it worth the while
Pushing through the darkness
still another mile
I believe in angels,
Something good in everything I see
I believe in angels,
When I know the time is right for me
I’ll cross the stream - I have a dream
I have a dream,
a song to sing
To help me cope with anything
If you see the wonder,
of a fairy tale
You can take the future,
even if you fail
I believe in angels,
Something good in everything I see
I believe in angels.
When I know the time is right for me
I’ll cross the stream
I have a dream
I’ll cross the stream
I have a dream
sponsored by: stop dreaming start action
Lirik lagu Westlife I Have A Dream ini dipersembahkan oleh LirikLaguIndonesia.Net. Kunjungi DownloadLaguIndonesia.Net untuk download MP3 terbaru.
Cinta itu...
Cinta tidak mengekang, tapi merelakan
Cinta tidak membebani, tapi mengorbankan
Cinta tidak memaksakan, tapi mengikhlaskan
Agar yang dicintanya bahagia selalu...
Rabu, 03 November 2010
Apa kata Socrates
My Diary
Selalu Ada Tawa
Senin, 01 November 2010
BANDUNG…I FOUND THE LOVE FINALLY
Setiap kali mendengar kata Bandung, darahku berdesir, jantungku berdetak lebih cepat, fikiranku langsung melayang ke kota itu, file-file memoriku terbuka. I love Bandung. Aku menjadi anggota facebooker I love Bandung. And I love someone in Bandung.
Betapa aku telah jatuh cinta dan semakin cinta ketika ku temukan cinta di Bandung. Aku ingin hidup di sana, memiliki rumah dan keluarga di sana. Impian yang semakin menyusup dalam kalbu.
Apa itu semua hanya menjadi anganku saja?
Kenyataan saat ini, aku tinggal di kota yang menjadi jantung Indonesia, Jakarta. Itu tak seberapa jika dibandingkan hal lain, kehilangan orang yang aku cintai. Betapa sakitnya hati ini.
Andi : Hai..:) Pa kabar?
Sari : Alhamdulillah, baik. Kamu?
Andi : Alhamdulillah, baik juga
Itulah yang biasa Andi lakukan ketika melihat status yahoo messager (YM)-ku berwujud smile. That’s mean I’m online. Perkenalan kami bermula di friendster, jejaring sosial sebelum facebook. Setelah itu, kami sering chat. Berlanjut ke tukeran nomor handphone. Dia selalu menghubungiku ketika sedang online, so aku buru-buru rubah statusku menjadi si kuning smile. Begitu juga sebaliknya. Aku hubungi dia jika aku duluan yang online, dia akan melakukan hal yang sama. Sampai suatu hari dia mengajakku untuk kopi darat. Bertemu langsung. Tentu saja aku menyambutnya. Dia tinggal di Bandung. Walau bukan tinggal di Bandung, aku cukup sering mengunjungi Bandung, adik-adik mamaku ada di sana.
Kami sepakat untuk bertemu jumat sore di salah satu mesjid terkenal di Bandung. Awalnya aku menawarkan bertemu di Gramedia BIP. Tapi, akhirnya kami menyanggupi di tempat yang lebih dekat dengan rumah tanteku.
Sore itu kami bertemu yang pertama kali. Kesan pertama….ada,deh!!!!^_^
Andi mengajakku jalan-jalan keliling Bandung lewat pesan singkat di HP-nya. Padahal saat itu, kami sedang ngobrol berhadapan. Lucu juga..hihihi…Tapi, aku menolak. Hatiku ragu, tapi senang. Ya sudahlah.
Setelah pertemuan itu, kami jadi semakin sering komunikasi via sms atau telepon. Setiap malam kami menggunakan layanan YM. Semuanya terus berlangsung hingga suatu hari, tak ku dapat kabar darinya. Entah di mana ia, apa yang ia lakukan. Aku tak berani menghubunginya. Takut akan membuatku sakit. Sama seperti dulu. Seorang yang dekat denganku tiba-tiba menghilang tanpa kabar. Kemudian ku dihubungi seseorang yang mengaku tunangannya. Siapa yang tidak sakit, kecewa, merasa dibohongi, dikhianati. Betapa pun ia rapih sembunyikan kebohongannya, Allah yang akan membukanya dengan atau tanpa sepengetahuannya. Itu yang selalu ditunjukkan-Nya padaku. Alhamdulillah. So, aku selalu berfikir setiap orang punya hak untuk bicara jujur atau tidak, yang jelas semua akan berpulang padanya.
Itu yang aku takutkan kini. Dikhianati kembali. Walau di antara kami tidak ada kejelasan hubungan. Aku lebih memilih mundur. Tak ingin ku kecewa tuk kesekian kali. Meskipun ku menyadari di hati ini telah bersemi sesuatu yang indah terhadapnya.
Ku harus bergelut dengan hati yang terkadang tak bisa kompromi dengan kenyataan yang ku hadapi. Tawaran berlibur ke Pangandaran ku terima. Semoga saja bisa menyembuhkan kegundahgulanaan hati ini. Menghabiskan waktu di sana bersama keluarga, cukup menghibur hati yang sedang berduka. Belum lama hatiku sembuh. Dan kini. Haruskan ku alami kembali sakit. Ya Rabb..ujian ini..
Jakarta..How busy you are. Tampaknya kota ini selalu hidup 24 jam. Pasar minggu, daerah di mana ku tinggal kini, selalu ramai. Lima bulan sudah aku tinggal di Jakarta. Dengan kehadiranku, tampaknya Jakarta semakin padat. Tapi, mau bagaimana lagi, karena kantor ku di Jakarta ini. Tak pernah terbayangkan sebelumnya aku menjadi warga Jakarta. I always dream stay in Bandung. The best place to stay. Tapi ternyata, Allah berkehendak lain. Dia memilih Jakarta sebagai tempat terbaikku untuk saat ini dan entah sampai kapan. Only He knows. Sama halnya dengan permasalahan jodoh. Bukankah Dia telah menetapkan usia, rejeki dan jodoh seseorang.
Ya Rabb..bawalah hati, fikiran, jiwa dan raga ini dengan laki-laki yang Kau takdirkan menjadi jodohku. Begitu juga ia. Berikan laki-laki yang terbaik untuk menjadi suamiku, yang mendatangkan kebaikan, keberkahan dan kebahagiaan untukku dan keluargaku di dunia dan akhirat. Begitu pula diri ini, moga menjadi istri yang terbaik untuknya, membawa kebaikan, keberkahan dan kebahagiaan untuknya dan keluarganya di dunia dan akhirat. Aku bersyukur dan beruntung mendapatkannya, ia pun bersyukur dan beruntung mendapatkanku. Aamiin Ya Allah..Aamiin
Dengan doa yang selalu ku panjatkan itu, entah mengapa, hati dan fikiran ku selalu terpaut padanya. Andi. Apa kabarnya. Mungkin sekarang dia sudah memiliki calon atau bahkan mungkin sudah menikah. Tapi, kenapa, hatiku selalu tertuju padanya. Aku tak pernah mengada-ada akan perasaan. Jika memang ini hanya godaan syetan, maka aku berlindung kepada Allah dari godaan syetan yang terkutuk yang datang melalui bisikan hati dalam bentuk jin dan manusia.
Yang ku tahu Andi telah mempersiapkan pernikahan dengan calonnya. Ya, Rabb. Hati ku hancur, cinta yang tak berbalas. Apa cinta itu seperti kupu-kupu? Ketika dia menghampiriku, aku biarkan, tetapi ketika dia mulai menjauh, aku mendekati dan mengejarnya sampai akhirnya pergi tanpa bisa ku dapatkan. Seperti itu kah cinta yang aku kenal? Could somebody tell me the true about love? Reaching for a love that seem so far…lirik judul My Love –nya Westlife. Yah..terasa sangat jauh untukku raih.
I never know His plan for me. What I know is He will give everything the best for me. Ketika cinta hamba kepada Sang Khalik menduduki posisi tertinggi, apalah artinya cinta terhadap makhluk. Bukankah hati itu milik Allah. Dia mempunyai hak atas hati hamba-Nya. Rabbi. Tolonglah hati hamba-Mu ini yang sekali lagi terluka karena cinta. Cinta yang seharusnya tidak tumbuh sebelum ikatan suci. Namun apa daya, hati ku ini begitu lemah, dengan mudahnya perasaan itu menyelusup ke dalam hati yang belum bertuan. Kini, hati ini harus ku tata hingga mendapatkan pemilik yang sah.
Kehidupan baru ku di Jakarta, ku nikmati dengan penuh antusias. Semoga menjadikan segalanya menjadi lebih baik, termasuk untuk kehidupan hatiku.
Sekitar 2 jam lagi aku akan tiba di Bandung. Pastinya akan membuka kembali segala impian dan harapan yang telah aku kubur. Apa Andi sudah menikah kini. Sepertinya dia tidak berniat untuk mengundangku. Sudahlah. Mungkin kalau aku hadir ke pernikahannya, akan membuat hatiku semakin hancur. Walau, aku rasa cukup tegar untuk menghadapinya.
Mobil yang aku tumpangi, berdua dengan sopir memasuki gerbang tol Pasteur. Kantorku berada di daerah Setiabudi. Walau bukan hari libur, tampaknya cukup padat juga kendaraan yang melaju ke arah Setiabudi dan Lembang. Asyik, aku bisa jalan-jalan nanti setelah urusan kerja selesai tentunya. Fikiranku mulai merancang sendiri schedule jalan-jalanku, tempat-tempat yang akan ku kunjungi, kuliner yang sudah aku rindukan kelezatannya di lidahku ini. Untungnya air liur ku tidak menetes.
Ku putuskan untuk keliling Bandung sendiri tanpa sopir. Kasian juga Pak Kasmin, ku suruh istirahat saja di kantor. So, I’m ready to go…
Dua tempat yang menjadi prioritas utama dan mendesak untuk dikunjungi adalah tempat jualan jagung dan ketan bakar di Lembang, dekat Saung Strawberry. Tempat di mana Andi dulu pernah mengajakku. Selanjutnya adalah kafe di daerah Taman Sari. Absolutely still connected with Andi. Aku menikmati perjalanan ini. Mengenang akan dia. Aku tak tahu kenapa ini ku lakukan. Aku hanya mengikuti apa yang hatiku inginkan. Ya Rabb.
Memasuki kafe, suasana remang-remang. Kesan pertama ketika aku ke sini bersama Andi adalah romantic. Kami menikmati cappuccino ice cream. I love that. Sebenarnya aku pesan es krim goreng, penasaran dengan namanya. Es krim kan dingin, tapi ko digoreng??? Es krimnya dibalut oleh adonan tepung terigu mirip pisang goreng atau mendoan, bedanya yang ini balutannya tebal dan terdapat taburan tepung roti. Ketika sendok memotong balutan itu, maka akan keluar cairan seperti lava dari gunung merapi. Adonan tepung terigu yang manis ditambah cairan yang ternyata es krim, manis juga. Disayangkan lidahku tidak menikmatinya. Lidahku lebih menyukai cappuccino ice cream pesanan Andi. Acara makan itu, sebagai traktiran ulang tahunku, Andi pun memberikan hadiah untukku. Hadiah yang akan selalu ku kenang. Boneka kelinci berwarna pink dengan telapak kaki berwarna putih, menggenggam bantalan berbentuk hati bertuliskan I Love You. So sweet. Bodohnya aku tidak menyadari maksud di balik semua ini. Walau secara tingkah laku, Andi begitu perhatian, tetapi dia tidak pernah menegaskan perasaannya lewat kata-kata. Aku terlalu gengsi untuk mengawali. Atau mungkin takut dikira ge-eR.
Malam ini, aku duduk di tempat yang sama ketika pertama kali ke sini bersama Andi. Ada beberapa tempat yang kosong, aku sengaja memilih tempat itu, karena itulah yang paling nyaman menurutku. Terletak di pojok kiri kafe, cukup privacy. Aku memesan iga bakar dan cappuccino ice cream sebagai dessert. Tampaknya pengunjung malam ini tidak seramai kalau malam minggu. Kebanyakan adalah mahasiswa yang selesai kuliah, membawa buku tebal atau tugas kuliah, obrolan seputar matakuliah, sambil menikmati hidangan di hadapan mereka. Tak banyak yang ku lakukan. Hanya melihat orang-orang di sekitar. Tiba-tiba, aku menangkap sosok yang tak ku duga. Laki-laki tinggi, kurus, memakai jaket krem. Andi. Apa yang dia lakukan di sini, batinku. Andi mengedarkan pandangannya ke ruang di kafe itu. Aku percaya tak ada yang kebetulan di dunia ini. Allah telah merancang segalanya. Dia melihatku dan berjalan ke arahku.
“Assalamu’alaikum”, sapanya, “Ko, ga bilang-bilang kalo kamu ke Bandung?”
“Wa’alaikumussalam Wr. Wb”, aku menjawab salamnya.
“Emangnya aku harus bilang, ya?”, aku balik tanya. Seandainya kamu tahu, aku juga pengen menghubungi kamu.
“Ko sendirian, mana istrinya?”
Andi tampaknya tidak terkejut dengan pertanyaan lanjutanku. Kemudian dia tersenyum.
“Memangnya aku ada tampang sudah menikah ya…!?!”
Pesanan kami datang. Kami mulai sibuk dengan santapan masing-masing. Pesanan kami sama. Aku masih penasaran dengan pernikahannya. Maka, tak sungkan ku tanyakan kembali. Andi belum menikah. Setelah meyakinkan orangtuanya. Perjodohan itu dibatalkan. Yah, Andi adalah salah seorang dari sekian banyak orang yang mengalami kasus perjodohan. Namun, dengan alasan yang logis dan kemampuan diplomasinya yang hebat. Orangtuanya menerima permintaan Andi. Alhamdulillah, perjodohan itu belum sampai pada tahap pinangan. Dengan demikian, kedua belah pihak masih memiliki pilihan untuk melanjutkan atau menghentikan.
“Penghentian perjodohan itu tidak main-main, Sari”, sambungnya,”Aku telah melakukan istikharah dan konsultasi dari orang-orang yang ku percaya. Termasuk dengan orangtuaku.
“Kamu, ko, berani banget,sih”, kataku.
Andi kembali tersenyum. “Demi meraih impian dan harapan”, lanjutnya.
“Memangnya apa impian dan harapan kamu?”
“Impian dan harapanku adalah menjadi suami dari seorang bernama Sari Puspita, yang akan menjadi ibu dari anak-anakku kelak.”
Aku kaget, ga percaya dengan omongannya barusan. Hampir saja aku tersedak.
“Iya, Sari. Sudah lama aku nantikan moment ini. Aku tahu kamu pun memiliki impian dan harapan yang sama.”
Selama ini, Andi telah mencariku tanpa ku ketahui. Termasuk kedatanganku ke Bandung. Dia bisa menebak tempat yang akan ku kunjungi di Bandung. Dua minggu setelah pertemuan yang menurutku tak terduga, Andi bersama orangtuanya, meminangku. Kami sepakat untuk melangsungkan pernikahan sebulan kemudian, tepat di hari ulang tahunku. Dengan acara yang sederhana, semoga membawa keberkahan untuk semua. Aamiin.
Rabbi. Rabbi. Rabbi.
Kupu-kupu itu. Akhirnya menghampiriku lagi. Dan telah kugenggam ia. Sesungguhnya, apa yang menjadi takdir-Mu, jauh lebih indah dari bayanganku. Hal yang tak terbayangkan sedikit pun.